manusia adalah makhluk sosial, sesuatu yang mustahil bagi manusia, bisa melakukan setiap aktivitasnya semdiri tanpa bantuan manusia lainnya, sekalipun ia dapat melakukan setiap keahlian yang membuatnya tidak membutuhkan orang lain untuk membantunya, tetap itu mustahil, sekalipun ia lahir keluar dari rahim ibu dengan sendirian tanpa bantuan bidan.
terdapat sesuatu yang lebih penting dari keahlian membuat manusia dapat memenuhi semua kebutuhannya, yaitu yang membuat manusia tidak dapat hidup sendiri. suatu sifat alamiah manusia yang bahkan seorang individualis pun memerlukannya , yaitu rasa perhatian.
setiap manusia ingin diperhatikan, rasa perhatian inilah yang sering kali diperebutkan manusia karena berawal dari rasa perhatianlah seseorang akan memberikan hak istimewa kepada manusia lainnya,
berupa bantuan lahir dan batin, apapun bentuknya,
bagaimana kita mendapatkan hak istimewa itu?
semua itu berawal dari Interaksi,
setiap hubungan yang dilakukan antara sesama manusia adalah interaksi,
hubungan yang mengandung timbal balik, sekalipun hanya dengan lirikan mata tanpa kata.
interaksi yang kita lakukan akan selalu menimbulkan dampak, jika interaksi itu baik maka kita akan merasa senang tenang aman, nyaman damai sejahtera. tetapi jika interaksi berdampak buruk maka akan menimbulkan konflik, konflik yang membuat kita resah gelisah, gundah merana.
maka dari itu, mulailah interaksimu dengan namanya. dalam bukunya dale carnegie how to win friends and influence people (bagaimana mendapatkan teman dan mempengaruhi orang lain) beliau menyuruh untuk memulai interaksi mu dengan menjadikan lawan bicara mu sebagai topik obrolan, karena tidak semua orang akan tertarik denga perjalanan hidup mu, dengan begitu manusia akan merasa diperhatikan dan itulah yang akan menjadi langkah awal kita untuk mendapatkan hak istimewa kita.
tetapi lebih dari itu, yang saya maksudkan Nama-NYA dalam judul "Mulailah Setiap Interaksimu Dengan Nama-Nya" disini adalah Nya yang memiliki kehidupan.
sigmund freud menyebutkan bahwa kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, alam sadar, pra sadar dan bawah sadar, dan diantara ketiga itu alam bawah sadar yang mendominasi kehendak setiap perbuatan dalam hidup kita...
kita tidak bisa memberi kehendak pada alam bawah sadar kita, sigumnd freud mengungkapkan yang menentukan alam bawah sadar kita adalah stimulus dari luar yang pernah atau sering kita lihat, atau rasakan... seperti contoh setelah kita melihat film horror mengenai toilet.. maka secara tidak sadar setiap kita pergi di toilet pada malam hari, kita akan merasa was was.
tetapi hal ini juga belum 100% benar .. belum tentu juga setelah menonton horror di setiap tidur kita selanjutnya akan bermimpi horror..
sesungguhnya alam bawah sadar kita tidak bisa kita kehendaki, tidak bisa kita mengaturnya,, jika bisa kita atur, maka jiwa alam bawah sadar tidak lagi bernama alam bawah sadar, karena kita telah mengontrol sesuai kehendak kita dalam keadaan sadar...
dan alam bawah sadar tidak lah sesuatu yang otomatis ada sesuatu yang menggerakkan yang lebih berkehendak, faktor yang tahu betul seluk beluk alam bawah sadar, dan bukan dari golongan manusia..
seperti saya ambil contoh pada processor, inti dari otak nya komputer, dimana semuanya serba otomatis, hingga kita tidak lagi repot menulis hanya cukup menekan tombol dan secara otomatis tulisan tersebut di visualisasikan pada kaca monitor dan saya melihatnya dengan jelas dalam kurun waktu sepersekian detik....
dan yang membuatnya adalah manusia, bukan dari golongan laptop itu sendiri...
maka dari itu, MULAILAH INTERAKSI MU DENGAN NAMANYA. (yang memiliki yang mengatur dan yang menciptakan bukan menemukan alam bawah sadar) memohon setiap interaksi kita berdampak baik dan terhindar dari konflik yang membuat Galau....
terdapat sesuatu yang lebih penting dari keahlian membuat manusia dapat memenuhi semua kebutuhannya, yaitu yang membuat manusia tidak dapat hidup sendiri. suatu sifat alamiah manusia yang bahkan seorang individualis pun memerlukannya , yaitu rasa perhatian.
setiap manusia ingin diperhatikan, rasa perhatian inilah yang sering kali diperebutkan manusia karena berawal dari rasa perhatianlah seseorang akan memberikan hak istimewa kepada manusia lainnya,
berupa bantuan lahir dan batin, apapun bentuknya,
bagaimana kita mendapatkan hak istimewa itu?
semua itu berawal dari Interaksi,
setiap hubungan yang dilakukan antara sesama manusia adalah interaksi,
hubungan yang mengandung timbal balik, sekalipun hanya dengan lirikan mata tanpa kata.
interaksi yang kita lakukan akan selalu menimbulkan dampak, jika interaksi itu baik maka kita akan merasa senang tenang aman, nyaman damai sejahtera. tetapi jika interaksi berdampak buruk maka akan menimbulkan konflik, konflik yang membuat kita resah gelisah, gundah merana.
maka dari itu, mulailah interaksimu dengan namanya. dalam bukunya dale carnegie how to win friends and influence people (bagaimana mendapatkan teman dan mempengaruhi orang lain) beliau menyuruh untuk memulai interaksi mu dengan menjadikan lawan bicara mu sebagai topik obrolan, karena tidak semua orang akan tertarik denga perjalanan hidup mu, dengan begitu manusia akan merasa diperhatikan dan itulah yang akan menjadi langkah awal kita untuk mendapatkan hak istimewa kita.
tetapi lebih dari itu, yang saya maksudkan Nama-NYA dalam judul "Mulailah Setiap Interaksimu Dengan Nama-Nya" disini adalah Nya yang memiliki kehidupan.
sigmund freud menyebutkan bahwa kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, alam sadar, pra sadar dan bawah sadar, dan diantara ketiga itu alam bawah sadar yang mendominasi kehendak setiap perbuatan dalam hidup kita...
kita tidak bisa memberi kehendak pada alam bawah sadar kita, sigumnd freud mengungkapkan yang menentukan alam bawah sadar kita adalah stimulus dari luar yang pernah atau sering kita lihat, atau rasakan... seperti contoh setelah kita melihat film horror mengenai toilet.. maka secara tidak sadar setiap kita pergi di toilet pada malam hari, kita akan merasa was was.
tetapi hal ini juga belum 100% benar .. belum tentu juga setelah menonton horror di setiap tidur kita selanjutnya akan bermimpi horror..
sesungguhnya alam bawah sadar kita tidak bisa kita kehendaki, tidak bisa kita mengaturnya,, jika bisa kita atur, maka jiwa alam bawah sadar tidak lagi bernama alam bawah sadar, karena kita telah mengontrol sesuai kehendak kita dalam keadaan sadar...
dan alam bawah sadar tidak lah sesuatu yang otomatis ada sesuatu yang menggerakkan yang lebih berkehendak, faktor yang tahu betul seluk beluk alam bawah sadar, dan bukan dari golongan manusia..
seperti saya ambil contoh pada processor, inti dari otak nya komputer, dimana semuanya serba otomatis, hingga kita tidak lagi repot menulis hanya cukup menekan tombol dan secara otomatis tulisan tersebut di visualisasikan pada kaca monitor dan saya melihatnya dengan jelas dalam kurun waktu sepersekian detik....
dan yang membuatnya adalah manusia, bukan dari golongan laptop itu sendiri...
maka dari itu, MULAILAH INTERAKSI MU DENGAN NAMANYA. (yang memiliki yang mengatur dan yang menciptakan bukan menemukan alam bawah sadar) memohon setiap interaksi kita berdampak baik dan terhindar dari konflik yang membuat Galau....
Komentar
Posting Komentar